Artikel

Homepage/artikel

/jangan-tunggu-sakit-ini-tiga-ancaman-kesehatan-serius-bagi-perempuan-yang-sering-diabaikan

Jangan Tunggu Sakit, Ini Tiga Ancaman Kesehatan Serius Bagi Perempuan yang Sering Diabaikan!

Monday, 9th February 2026

by Admin

WhatsApp Image 2026-02-19 at 15.23.36.jpeg

Mungkin sebagian dari Imuners udah tahu kalau wanita punya tantangan tersendiri dalam menjaga kondisinya tetap sehat.

Wanita mengalami siklus menstruasi yang membuat tubuh mereka menjadi rentan di waktu-waktu tertentu.

Belum lagi, karakteristik dari organ reproduksi wanita yang membuat mereka bisa terserang masalah kesehatan yang tidak dialami oleh pria.

Selain itu, ancaman-ancaman kesehatan ini juga sering kali tidak menunjukkan gejala di awal dan ketika sudah mulai terasa butuh usaha lebih untuk menyembuhkannya.

Apa aja sih ancaman kesehatan yang bisa menyerang wanita secara diam-diam dan bagaimana cara mengatasi masalah ini? Berikut pembahasan selengkapnya.

Potensi Gangguan Kesehatan yang Mengintai Wanita

Ada berbagai masalah kesehatan yang berpotensi menyerang wanita, dan tiga di antara masalah tersebut yang sering kali terlambat terdeteksi adalah anemia, kanker payudara, dan kanker serviks.

Tiga penyakit ini sering kali tidak terdeteksi karena di tahap awal gejalanya terbilang samar dan mirip dengan gejala penyakit umum lainnya.

Meskipun di awal bisa tidak menimbulkan gejala, tiga penyakit ini memiliki potensi bahaya yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

1. Anemia

Anemia merupakan kondisi yang terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah rendah.

Hemoglobin memiliki fungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika jumlahnya kurang, tubuh bisa menjadi cepat lelah, pusing, pucat, dan sulit berkonsentrasi.

Menurut data dari WHO, anemia masih sangat sering terjadi pada perempuan usia subur dan anak-anak.

Sekitar sepertiga perempuan usia 15 hingga 49 tahun mengalami kondisi ini, dan angka ini bahkan lebih tinggi pada ibu hamil.

Masalahnya, anemia sering dianggap sepele. Banyak orang mengira kondisi ini hanya soal kurang darah biasa yang bisa hilang dengan sendirinya.

Padahal, pada ibu hamil, anemia bisa meningkatkan resiko komplikasi kehamilan dan persalinan.

Pada anak, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan belajar.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anemia tidak hanya berkaitan dengan asupan zat besi. Faktor pendidikan, kondisi ekonomi, akses air bersih, sanitasi, serta layanan kesehatan ikut mempengaruhi resiko seseorang mengalami anemia.

Oleh karena itu, pencegahan anemia perlu pendekatan menyeluruh yaitu dengan asupan gizi seimbang, tabahan suplemen jika diperlukan, dan perbaikan kondisi lingkungan.

2. Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada perempuan di berbagai belahan dunia.

WHO melaporkan bahwa pada tahun 2022 terdapat lebih dari dua juta kasus baru di seluruh dunia, dengan angka kematian mencapai ratusan ribu.

Penyakit ini muncul ketika sel-sel di jaringan payudara tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Resiko ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah 50 tahun.

Riwayat keluarga, mutasi gen tertentu, kelebihan berat badan, konsumsi alkohol berlebihan, dan paparan radiasi juga dapat meningkatkan peluang terjadinya kanker payudara.

Satu hal penting yang sering disalahpahami adalah banyak perempuan yang terkena kanker payudara tidak memiliki faktor resiko khusus selain usia dan jenis kelamin.

Gejala awal kanker payudara bisa berupa benjolan di payudara atau ketiak, perubahan bentuk payudara, kulit yang tampak seperti kulit jeruk, keluarnya cairan dari puting, atau perubahan posisi puting.

Tidak semua benjolan berarti kanker, tetapi perubahan jika terjadi perubahan seperti ini perlu segera diperiksa tenaga medis.

WHO menekankan peran deteksi dini dalam penanggulangan kanker payudara. Semakin cepat dideteksi, semakin besar peluang pengobatan berhasil.

3. Kanker Serviks

Berbeda dengan kanker payudara, kanker serviks memiliki penyebab utama yang cukup jelas yaitu infeksi jangka panjang oleh virus HPV.

Virus ini bisa menular lewat kontak seksual dan penularannya terbilang sangat umum terjadi.

Pada kebanyakan orang, tubuh mampu membersihkan virus ini sendiri. Akan tetapi pada sebagian kasus, infeksi bertahan dan memicu perubahan sel di leher rahim selama bertahun-tahun hingga berkembang menjadi kanker.

WHO mencatat bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu kanker tersering pada perempuan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Keterbatasan akses imunisasi dan skrining membuat banyak kasus kanker serviks baru ditemukan saat sudah di tahap lanjut.

Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. Keluhan biasanya muncul belakangan, misalnya perdarahan di luar jadwal haid, perdarahan setelah berhubungan intim, cairan vagina yang tidak biasa, atau nyeri panggul.

WHO mendorong tiga langkah utama untuk mencegah kanker serviks yaitu dengan imunisasi HPV pada remaja, skrining rutin pada perempuan dewasa, serta pengobatan segera bila ditemukan lesi pra-kanker.

Pentingnya Cek Kesehatan Rutin

Jika kita tarik garis besar, anemia, kanker payudara, dan kanker serviks memiliki satu kesamaan penting yaitu kemungkinan sembuh akan lebih besar bila diketahui lebih awal.

Maka dari itu, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi sangat penting untuk mendeteksi masalah sebelum berkembang lebih lanjut.

Pemeriksaan kesehatan rutin bukan hanya untuk orang yang sudah sakit. Justru, tujuan utamanya ialah menemukan masalah sebelum gejala berat muncul.

Beberapa contoh langkah sederhana yang berdampak besar seperti:

Tes darah berkala untuk mendeteksi gejala anemia, terutama pada remaja putri, perempuan usia subur, dan ibu hamil.

Pemeriksaan payudara secara berkala untuk mengenali kondisi normal tubuh sendiri serta skrining sesuai usia.

Tes skrining kanker serviks dan imunisasi HPV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Yang sering menjadi halangan untuk melakukan langkah-langkah ini adalah kesadaran dan keberanian diri untuk melakukan pemeriksaan lebih awal.

Ketika perempuan memahami tubuhnya sendiri, mengenali tanda bahaya, dan rutin memeriksakan diri, kita tidak hanya mencegah penyakit berat, tetapi juga menjaga kualitas hidup jangka panjang.

Untuk Imuners yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sekaligus imunisasi HPV bisa datang ke fasilitas kesehatan terpercaya seperti Klinik Imunicare.

Di Klinik Imunicare, tersedia berbagai layanan pemeriksaan kesehatan termasuk tes daran dan skrining HPV.

Selain itu, Imuners juga bisa sekalian update imun dari HPV atau penyakit-penyakit lain agar perlindungan yang didapatkan semakin lengkap.

Kesimpulan

Anemia, kanker payudara, dan kanker serviks masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Masalah kesehatan ini memang tergolong luas, berdampak serius, tetapi banyak yang bisa dicegah atau ditangani lebih baik melalui deteksi dini.

Jadi, jangan menunggu sakit berat untuk datang ke fasilitas kesehatan. Jadikan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari cara kita untuk merawat diri.

Sumber

https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10663544/

https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer-in-women/

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer