Artikel

Homepage/artikel

/bukan-cuma-anak-perempuan-tahun-ini-anak-laki-laki-juga-dapat-vaksin-hpv-kenapa

Bukan Cuma Anak Perempuan, Tahun Ini Anak Laki-Laki Juga Dapat Vaksin HPV. Kenapa?

Monday, 31st August 2026

by Admin

Update Imun (45) (1069 x 741 px).jpg

“Vaksin HPV bukannya untuk anak perempuan saja?”

Pertanyaan ini mungkin masih ada di benak banyak orang tua.

Selama ini, ketika mendengar vaksin HPV, yang langsung terbayang memang perlindungan untuk perempuan dari kanker leher rahim atau kanker serviks. Tidak heran, karena imunisasi HPV telah menjadi bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk anak perempuan sejak tahun 2023

Namun, ada kabar baru di BIAS 2026.

Tahun ini, perlindungan HPV diberikan juga kepada anak laki-laki.

Bukan berarti anak perempuan tidak lagi menjadi sasaran. Justru sebaliknya, perlindungan untuk anak perempuan tetap penting, sementara cakupan perlindungan mulai diberikan juga kepada anak laki-laki agar mendapatkan pula manfaat imunisasi HPV.

Untuk tahap awal pada 2026, pemberian imunisasi HPV kepada anak laki-laki kelas 5 SD atau sekitar usia 11 tahun mulai dilaksanakan di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali. Pemberian vaksin ini dilakukan secara bertahap sebelum nantinya diperluas ke wilayah lain.

Lalu, kenapa anak laki-laki juga perlu vaksin HPV?

HPV Itu Bukan “Virus Perempuan”

Mari mulai dari hal paling mendasar.

HPV atau Human Papillomavirus adalah virus yang dapat menginfeksi laki-laki maupun perempuan.

Jadi, HPV bukan virus yang hanya bisa menyerang perempuan.

Infeksi HPV tertentu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk beberapa jenis kanker. Pada perempuan, HPV berisiko tinggi merupakan penyebab utama kanker leher rahim. Namun, HPV juga dapat berkaitan dengan kanker lain, termasuk kanker pada area anus, penis, serta bagian tenggorokan.

Artinya, ketika kita berbicara tentang vaksin HPV, yang sedang dibicarakan sebenarnya bukan hanya “mencegah kanker serviks pada perempuan”, tetapi juga melindungi anak laki-laki dan perempuan dari infeksi HPV serta penyakit yang dapat ditimbulkannya.

Kalau Begitu, Kenapa Baru Sekarang Anak Laki-Laki Ikut Divaksin?

Ini juga pertanyaan yang wajar.

Program imunisasi HPV di Indonesia sebelumnya berfokus pada anak perempuan sebagai bagian dari upaya eliminasi kanker leher rahim.

Kini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mulai memberikan juga imunisasi HPV kepada anak laki-laki secara bertahap.

Pada BIAS Agustus 2026, program tersebut mulai diperkenalkan di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali. Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa perluasan dilakukan secara bertahap agar pelaksanaan program dapat dievaluasi sebelum diterapkan ke wilayah lainnya.

Jadi, kalau tahun 2026 belum semua anak laki-laki di seluruh Indonesia mendapatkan vaksin HPV melalui program BIAS, bukan berarti anak laki-laki di luar wilayah tersebut, tidak membutuhkan perlindungan HPV.

Ini merupakan bagian dari proses program secara bertahap.

“Anak Saya Masih SD, Memangnya Sudah Perlu?”

Justru usia sekolah merupakan salah satu momentum penting untuk memberikan imunisasi HPV.

Tujuannya adalah memberikan perlindungan sebelum seseorang terpapar HPV.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa vaksin HPV digunakan untuk melindungi anak perempuan dan laki-laki dari risiko infeksi HPV. Pemberian pada usia sekolah merupakan bagian dari strategi pencegahan sejak dini.

Jadi, jangan berpikir:

“Nanti saja kalau sudah besar.”

Prinsip vaksinasi adalah mencegah sebelum terjadi, bukan menunggu sampai penyakit datang.

Sama seperti kita memasang sabuk pengaman bukan karena ingin mengalami kecelakaan, tetapi karena ingin terlindungi jika sesuatu terjadi.

Vaksinasi adalah langkah pencegahan sejak dini.

Lalu Apa Manfaatnya untuk Anak Laki-Laki?

Ada dua alasan besar.

Pertama, melindungi dirinya sendiri.

Anak laki-laki juga dapat terinfeksi HPV dan mengalami penyakit yang berkaitan dengan HPV.

Jadi, vaksinasi HPV bukan hanya tentang melindungi orang lain.

Anak laki-laki juga berhak mendapatkan perlindungan untuk dirinya sendiri.

Kedua, menjadi bagian dari perlindungan masyarakat secara lebih luas.

HPV dapat ditularkan antar manusia. Dengan semakin banyak orang yang terlindungi, diharapkan penyebaran HPV di masyarakat juga dapat ditekan.

Karena itu, perluasan vaksinasi HPV kepada anak laki-laki menjadi salah satu langkah untuk memperluas perlindungan terhadap HPV secara keseluruhan.

Jangan Sampai Ada Salah Paham: Vaksin HPV Bukan Berarti Anak “Sudah Dewasa”

Nah, ini salah satu hal yang penting untuk diluruskan.

Ketika orang tua mendengar vaksin HPV diberikan kepada anak usia sekolah, mungkin muncul pertanyaan:

“Kenapa anak saya diberi vaksin untuk penyakit yang berkaitan dengan orang dewasa?”

Jawabannya karena vaksin bekerja paling baik sebagai pencegahan sebelum terjadi infeksi.

Memberikan vaksin HPV kepada anak bukan berarti menganggap anak sudah dewasa atau sedang mempersiapkan anak untuk melakukan aktivitas orang dewasa.

Justru sebaliknya.

Ini adalah bentuk perlindungan kesehatan jauh sebelum risiko penyakit muncul.

BIAS 2026: Saatnya “Update” Perlindungan Anak

BIAS sebenarnya mengajarkan satu hal penting kepada orang tua:

perlindungan kesehatan anak tidak berhenti ketika imunisasi bayi selesai.

Saat anak bertambah usia, kebutuhan perlindungannya juga berkembang.

Karena itu, imunisasi pada usia sekolah menjadi bagian dari perjalanan perlindungan anak.

Dan pada Agustus 2026, BIAS kembali menjadi momentum penting untuk melakukan “update” tersebut.

Bagi anak perempuan, imunisasi HPV tetap menjadi bagian penting dari perlindungan terhadap kanker leher rahim di masa depan.

Bagi anak laki-laki di wilayah yang menjadi tahap awal perluasan program, vaksin HPV menjadi langkah baru untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV.

Perempuan terlindungi, laki-laki terlindungi, keluarga pun semakin terlindungi dan #salingjaga

Jangan Takut Bertanya, Jangan Takut Vaksin

Wajar jika orang tua memiliki pertanyaan sebelum anak mendapatkan imunisasi.

Apakah vaksinnya aman?

Apa efek sampingnya?

Apakah anak harus tetap divaksin kalau terlihat sehat?

Bagaimana kalau anak belum pernah mendapatkan vaksin HPV sebelumnya?

Semua pertanyaan tersebut boleh dan penting untuk ditanyakan kepada tenaga kesehatan.

Yang perlu dihindari adalah mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan sumbernya.

Termasuk berbagai klaim seperti “ vaksin HPV menyebabkan mandul ”. Kementerian Kesehatan telah menegaskan bahwa klaim tersebut merupakan hoaks.

Cari informasi dari sumber yang terpercaya. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Dan pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai rekomendasi.

Jadi, Anak Laki-Laki Perlu Vaksin HPV atau Tidak?

Ya, anak laki-laki juga dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV.

Jadi, untuk orang tua, yang paling penting adalah mengetahui sasaran dan jadwal imunisasi di wilayah masing-masing.

Karena setiap anak berhak mendapatkan perlindungan terbaik sesuai kebutuhannya.

Karena Perlindungan Itu untuk Semua

Kini, kita perlu mulai memperluas cara pandang:

HPV bisa menginfeksi laki-laki dan perempuan.

Karena itu, upaya pencegahannya pun perlu melibatkan keduanya.

Anak perempuan mendapatkan perlindungan untuk mencegah kanker leher rahim di masa depan.

Anak laki-laki juga mendapatkan perlindungan dari penyakit yang berkaitan dengan HPV sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi penyebaran HPV di masyarakat.

Pada akhirnya, vaksinasi bukan tentang siapa yang lebih membutuhkan perlindungan.

Vaksinasi adalah tentang bagaimana kita saling menjaga.

Jadi, saat sekolah memberi informasi tentang BIAS bulan Agustus ini, jangan buru-buru menganggapnya sebagai agenda rutin.

Cek jadwalnya, kenali imunisasinya, pahami manfaatnya. Tanyakan jika masih ragu, dan pastikan perlindungan anak tidak terlewat.

Karena masa depan yang sehat tidak dimulai ketika penyakit datang, melainkan dimulai dari perlindungan yang kita berikan hari ini.

#UpdateImun #BIAS2026 #ImunisasiHPV #HPV #SalingJaga #LindungiBersama