Wednesday, 30th October 2024
by Admin

Wabah cacar air kembali menjadi perhatian di beberapa wilayah di Indonesia. Baru-baru ini, beberapa wilayah di Indonesia seperti Bandung dan Tangerang Selatan mengalami lonjakan kasus cacar air.
Meski dianggap sebagai penyakit ringan, faktanya cacar air bisa mengganggu kegiatan sehari-hari terutama bagi anak sekolah atau orang dewasa yang sering berinteraksi dengan orang lain.
Terlebih lagi, resiko komplikasi yang mungkin disebabkan ketika tertular dan belum pernah di-imunisasi seperti pneumonia atau infeksi aliran tidak kalah mengerikan.
Seperti apa sebenarnya penyakit cacar air ini? Kasus apa saja yang belakangan ini muncul di Indonesia yang berkaitan dengan cacar air? Bagaimana cara mencegahnya? Berikut informasi selengkapnya!
Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.
Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam atau bintik-bintik kecil yang gatal di seluruh tubuh.
Selain ruam, gejala awal cacar air meliputi demam, sakit kepala, kelelahan, dan hilangnya nafsu makan.
Setelah 1-2 hari, ruam berubah menjadi lepuhan berisi cairan yang sangat gatal, dan kemudian akan pecah, mengering, serta membentuk kerak.
Meskipun cacar air sering dianggap sebagai penyakit anak-anak, orang dewasa juga bisa terkena, terutama jika belum pernah mengalaminya atau belum mendapatkan vaksinasi.
Pada orang dewasa, cacar air bisa menjadi lebih serius, bahkan bisa menimbulkan komplikasi seperti infeksi bakteri pada kulit, pneumonia, atau radang otak (ensefalitis).
Cacar air sangat mudah menular. Virus varicella-zoster dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ruam cacar air atau melalui udara saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Penyakit ini juga bisa menyebar dari seseorang yang terkena herpes zoster, penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus cacar air. Masa inkubasi virus ini berkisar antara 10 hingga 21 hari setelah terpapar.
Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke orang lain selama 1-2 hari sebelum munculnya ruam hingga semua lepuhan mengering.
Inilah mengapa penting untuk mengisolasi diri saat terkena cacar air agar tidak menulari orang lain, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti bayi, wanita hamil, atau orang tua.
Wabah cacar air yang terjadi di wilayah Bandung dan Tangerang Selatan baru-baru ini menjadi peringatan nyata bahwa penyakit ini masih mengancam, terutama di lingkungan dengan tingkat interaksi sosial yang tinggi, seperti sekolah.
Di Bandung, Dinas Kesehatan mengimbau agar siswa yang terjangkit cacar air mengikuti PJJ, dan jika ada kasus tambahan di lingkungan kelas siswa tersebut, maka satu kelas dianjurkan untuk PJJ.
Tindakan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di lingkungan sekolah.
Sementara itu, di SMPN 8 Tangerang Selatan, sebanyak 43 siswa terkena cacar air dan gondongan, dan pihak sekolah dihimbau untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar selama 14 hari.
Langkah ini diambil untuk memastikan wabah tidak meluas dan memberikan waktu bagi siswa yang terinfeksi untuk sembuh sebelum kembali berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya.
Kondisi ini menunjukkan betapa mudahnya cacar air menyebar, terutama di lingkungan yang padat, dan betapa pentingnya tindakan pencegahan yang tepat.
Salah satu cara paling efektif untuk melindungi diri dari cacar air adalah dengan imunisasi.
Vaksin cacar air, juga dikenal sebagai vaksin varicella, memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap penyakit ini.
Imunisasis cacar air ini biasanya diberikan dalam dua dosis, dengan jarak beberapa bulan antara dosis pertama dan kedua.
Imunisasi cacar air memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
Imunisasi cacar air direkomendasikan untuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air.
Dengan teknologi terkini, imunisasi varicella bisa diberikan sekali saja untuk anak usia 1 hingga 12 tahun.
Untuk yang berusia di atas 12 tahun, imunisasi diberikan dalam 2 dosis dengan interval pemberian 4 sampai 8 minggu.
Imuners yang ingin mendapatkan imunisasi varicella dengan teknologi terbaru ini, bisa mengunjungi Klinik Imunicare terdekat.
Orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air juga dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi ini, terutama mereka yang bekerja atau berinteraksi dengan kelompok rentan, seperti tenaga kesehatan, guru, atau orang yang bekerja di pusat penitipan anak.
Namun, ada beberapa orang yang sebaiknya tidak mendapatkan vaksin ini, seperti:
Jika termasuk dalam kelompok yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi, penting untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi.
Selain vaksinasi, ada beberapa langkah lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran cacar air:
Wabah cacar air yang sedang melanda di beberapa wilayah di Indonesia adalah pengingat pentingnya imunisasi cacar air.
Meskipun penyakit ini sering dianggap ringan, cacar air tetap memiliki potensi untuk menyebar dengan cepat dan menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan.
Imunisasi merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini dan melindungi diri serta orang-orang di sekitar kita.
Melalui imunisasi, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam melindungi masyarakat yang lebih luas dari wabah cacar air.
Jika imuners belum melakukan imunisasi cacar air, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan tindakan pencegahan ini.
Segera datang ke fasilitas kesehatan yang memberikan layanan imunisasi, seperti Klinik Imunicare untuk mendapatkan perlindungan cacar air menyeluruh bagi diri sendiri dan keluarga.
Wabah di Bandung dan Tangerang Selatan menunjukkan bahwa cacar air masih menjadi ancaman nyata, namun dengan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat menghadapinya Bersama.
Sumber

17th March 2026

1st March 2026

24th February 2026