Artikel

Homepage/artikel

/kenapa-setelah-liburan-malah-sedih-kenali-post-holiday-blues

Kenapa Setelah Liburan Malah Sedih? Kenali Post Holiday Blues

Friday, 9th January 2026

by Admin

post holiday blues.webp

Liburan sering diasosiasikan dengan kebahagiaan: jalan-jalan, quality time bersama orang terdekat, hingga terbebas sementara dari rutinitas yang melelahkan. Namun, menariknya, banyak orang justru merasa sedih, kosong, atau kehilangan semangat setelah kembali dari liburan. Fenomena ini dikenal sebagai Post Holiday Blues, kondisi emosional yang membuat seseorang merasa down setelah periode liburan berakhir.

Meski tidak tergolong gangguan mental yang serius, efeknya tetap dapat mengganggu produktivitas, suasana hati, hingga motivasi harian. Lantas, kenapa kondisi ini bisa terjadi? Apa gejalanya? Dan bagaimana cara mengatasinya? Artikel ini akan membahas secara lengkap.

Apa Itu Post Holiday Blues?

Post Holiday Blues adalah kondisi emosional yang muncul setelah seseorang selesai menjalani liburan atau momen menyenangkan, lalu kembali pada rutinitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya ditandai dengan:

  • rasa sedih atau “down”
  • kehilangan motivasi
  • cepat lelah
  • tidak bersemangat mulai aktivitas
  • merasa “kosong” atau hampa

Post Holiday Blues bukan depresi klinis, namun bisa menjadi pemicu stres ringan dan burnout jika diabaikan.

Penyebab Post-Holiday Blues

Ada beberapa faktor yang dapat memicu post-holiday blues, di antaranya:

1. Perbedaan Kontras antara Liburan dan Realita

Saat liburan, otak mendapat stimulus menyenangkan: pengalaman baru, makanan enak, aktivitas santai, hingga interaksi sosial. Pada masa itu, otak memproduksi hormon-hormon bahagia seperti:

  • dopamin
  • serotonin
  • endorfin

Saat liburan berakhir, hormon tersebut menurun drastis. Kontras antara euforia vs rutinitas membuat otak kaget, sehingga muncul rasa sedih dan kehilangan mood.

2. Ekspektasi Tinggi Terhadap Liburan

Kadang kita menganggap liburan sebagai “obat mujarab” untuk semua rasa stres. Ketika liburan selesai dan masalah masih ada, rasa kecewa atau kosong bisa muncul.

3. Kekurangan Kontrol Diri Saat Liburan

Liburan memberi kebebasan terhadap waktu tidur, jadwal makan, hingga aktivitas. Saat kembali ke rutinitas yang penuh aturan, tubuh perlu bekerja ekstra untuk beradaptasi kembali.

4. Feelings of Loss

Rasa rindu terhadap momen liburan, cuaca, tempat, atau orang-orang yang ditemui bisa menimbulkan kesedihan.

5. Realita Tanggung Jawab

Email menumpuk, tugas yang tertunda, hingga pekerjaan rumah bisa membuat seseorang cepat merasa kewalahan.

Gejala Post-Holiday Blues yang Perlu Diwaspadai

Gejala setiap orang bisa berbeda, namun umumnya meliputi:

  • Rasa sedih atau murung
  • Cemas atau khawatir
  • Mudah tersinggung atau iritabilitas
  • Sulit tidur atau sering lelah
  • Tidak termotivasi
  • Sulit fokus bekerja atau belajar
  • Nostalgia berlebihan terhadap liburan
  • Merasa gelisah atau kosong

Jika Imuners mengalami gejala tersebut selama ≤ 2 minggu, itu masih tergolong wajar. Namun jika berlangsung lebih lama atau semakin berat, ada baiknya mencari dukungan profesional.

Cara Mencegah Post-Holiday Blues Sebelum Terjadi

Selain mengobati, kondisi ini juga bisa dicegah. Berikut beberapa cara pencegahan yang bisa diterapkan:

1. Beri Waktu Transisi Sebelum Bekerja

Jangan langsung bekerja di hari kamu sampai. Sisihkan satu hari untuk:

  • Istirahat
  • Beres-beres
  • Menata jadwal
  • Menyesuaikan diri dengan zona waktu

Hal ini membantu tubuh dan pikiran kembali ke ritme normal dengan lebih halus.

2. Rapikan Rumah Sebelum Liburan

Pulang ke rumah berantakan bisa memicu stres. Dengan ruangan yang rapi, adaptasi akan terasa lebih nyaman.

3. Atur Rencana Makan atau Meal Prep

Sederhana tapi penting: kembali dari liburan lalu harus belanja dan masak bisa bikin kewalahan.

4. Rencanakan Aktivitas Menyenangkan Setelah Pulang

Misalnya:

  • Nonton film
  • Hangout dengan teman
  • Pergi ke tempat favorit

Ini memberi otak sesuatu untuk dinantikan.

Cara Mengatasi Post-Holiday Blues Agar Pulih Lebih Cepat

Jika rasa sedih terlanjur muncul, kamu bisa melakukan langkah berikut:

1. Akui Perasaanmu Tanpa Menghakimi

Menyadari emosi adalah langkah awal penyembuhan. Kamu bisa berkata:

  • “Aku sedih liburan berakhir”
  • “Aku takut kembali ke tekanan kerja”

Alih-alih menekan emosi, belajar memahami dan menamainya dapat mengurangi beban mental.

2. Fokus pada Hal Positif yang Ada di Rumah

Saat sedih, cobalah ingat apa yang kamu rindukan dari rumah, seperti:

  • Orang tua atau pasangan
  • Hewan peliharaan
  • Kasur dan bantal favorit
  • Kopi dari tempat langganan

Ini membantu pikiran melihat sisi baik dari rutinitas.

3. Ambil Pelajaran dari Liburanmu

Refleksi membantu kamu membawa “hal baik” dari liburan ke kehidupan sehari-hari.

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang membuatku relax?
  • Bagaimana aku bisa menerapkannya di hari biasa?

Misalnya, jika kamu relax karena lebih sering berada di luar ruangan, kamu bisa mulai sering berjalan sore atau duduk di taman.

4. Berikan Waktu Adaptasi

Hari pertama bekerja bukan berarti harus menyelesaikan semua tugas sekaligus. Kamu bisa:

  • Set prioritas
  • Kerjakan sedikit demi sedikit
  • Tidak memaksakan brainstorming berat
  • Hindari multitasking berlebihan

Dengan begitu, energi dan fokus bisa pulih perlahan.

5. Bangun Rutinitas Istirahat yang Konsisten

Imuners gak harus menunggu liburan untuk istirahat. Coba isi hari-hari awal dengan aktivitas yang kamu suka seperti:

  • 10 menit sehari tanpa gadget
  • Quality time mingguan dengan orang tersayang
  • Self-care bulanan seperti spa atau hiking
  • ngopi pagi
  • Journaling
  • nonton santai
  • workout ringan
  • masak makanan favorit

Karena hal-hal kecil bisa meningkatkan mood cukup signifikan.

6. Rencanakan Liburan Berikutnya

Rasa excited terhadap trip berikutnya bisa menaikkan mood dan menurunkan stres. Pertanyaan seperti:

  • “Destinasi selanjutnya ke mana ya?”
  • “Kapan aku akan pergi?”
  • “Dengan siapa aku mau jalan?”

bisa membantu pikiran tetap positif.

7. Cari Dukungan Jika Kondisi Tidak Membaik

Jika post-holiday blues berlangsung lama dan mengganggu fungsi harian, penting untuk mencari dukungan, entah dari keluarga, teman, atau psikolog. Kadang rasa sedih usai liburan adalah pintu masuk untuk menyadari stres atau burnout yang lebih dalam.

Kesimpulan

Post Holiday Blues adalah respons normal dari otak yang terbiasa dengan suasana menyenangkan, lalu kembali pada kenyataan penuh tuntutan. Perasaan sedih, malas, atau kehilangan semangat setelah liburan adalah bagian dari proses adaptasi yang akan menghilang seiring waktu.

Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, kamu bisa melalui masa pasca-liburan dengan lebih sehat — baik secara fisik maupun emosional.

Jadi, kalau kamu merasa sedih setelah liburan, ingat bahwa itu normal, umum terjadi, dan bisa diatasi.

Selamat menyambut rutinitas baru Imuners!