Wednesday, 14th January 2026
by Admin

Imuners suka ngerasa nggak kalau akhir-akhir ini cuaca sering berubah-ubah? Siang panas banget, terus malem jadi dingin banget.
Menurut BMKG perubahan cuaca ekstrim ini masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, terutama cuaca panas ekstrim.
Perubahan cuaca ini ternyata bukan cuma bikin tubuh tidak nyaman, tapi juga berpotensi untuk menyebabkan gangguan kesehatan secara umum.
Apa saja sih potensi gangguan kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh perubahan cuaca ekstrim ini? Bagaimana cara menjaga tubuh tetap fit di tengah perubahan ini? Berikut pembahasan selengkapnya.
Cuaca panas ekstrem terjadi ketika suhu udara jauh lebih tinggi dari kondisi normal suatu wilayah dan berlangsung selama beberapa hari atau minggu.
Berdasarkan data dari World Health Organization, perubahan iklim membuat kondisi panas ekstrim ini semakin sering, lebih lama, dan lebih intens.
Tubuh manusia sebenarnya mampu menyesuaikan diri dengan panas, tapi kemampuan ini ada batasnya.
Saat panas datang terus-menerus, sistem pendingin alami tubuh mulai kewalahan dan tubuh menjadi bekerja lebih keras dari seharusnya untuk menstabilkan suhu.
Tubuh menjaga suhu internal tetap stabil dengan berkeringat dan meningkatkan aliran darah ke kulit. Saat cuaca sangat panas, mekanisme ini bekerja dengan lebih keras.
Masalah biasanya muncul ketika panas terlalu tinggi atau tubuh kehilangan cairan terlalu cepat.
Beberapa dampak yang umum terjadi di cuaca panas ekstrim ini antara lain:
Panas membuat tubuh kehilangan banyak cairan lewat keringat. Jika tidak segara diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi.
Akibatnya, seseorang bisa merasa pusing, lelah, sulit konsentrasi, dan jantung berdebar lebih cepat.
Kondisi ini ditandai dengan tubuh terasa lemas, mual, sakit kepala, dan mengeluarkan keringat secara berlebihan.
Banyak orang yang menganggap hal ini sepele, padahal ini tanda awal tubuh tidak mampu mengatasi panas.
Heatstroke adalah kondisi paling berbahaya yang mungkin terjadi di suhu panas ekstrim. Suhu tubuh bisa naik drastis hingga di atas 40°C.
Penderita heatstroke bisa kehilangan kesadaran dan mengalami kerusakan organ. Tanpa pertolongan cepat, heatstroke dapat berakibat fatal.
Kelompok yang paling rentan mengalami kondisi ini adalah lansia, anak-anak, ibu hamil, pekerja luar ruangan, serta orang dengan penyakit jantung, paru, dan diabetes.
Udara panas sering kali disertai peningkatan polusi dan ozon dan di permukaan tanah. Kondisi ini membuat saluran pernapasan lebih mudah teriritasi.
Organisasi kesehatan paru di Inggris menjelaskan bahwa cuaca panas dapat memperparah asma dan gangguan paru lain.
Udara panas dan lembap membuat napas terasa lebih berat, terutama bagi penderita penyakit pernapasan kronis.
Selain itu, panas ekstrim sering membuat orang berkumpul di ruang tertutup dengan ventilasi buruk yang bisa meningkatkan resiko penularan penyakit pernapasan.
Cuaca panas ekstrim menciptakan tekanan ganda bagi tubuh dan membuat kondisi yang lebih ideal bagi beberapa penyakit untuk berkembang dan menyebar.
Dua penyakit yang menjadi lebih cepat menyebar di kondisi cuaca panas ekstrim adalah ISPA dan demam berdarah.
Berikut ini penjelasan lebih mendalam kenapa dua penyakit ini menyebar dengan lebih mudah di cuaca panas.
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah infeksi yang menyerang hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Penyebabnya bisa virus atau bakteri.
Saat cuaca ekstrem, risiko ISPA meningkat karena beberapa faktor seperti:
Menurut panduan dari Centers for Disease Control and Prevention, pencegahan ISPA sangat bergantung pada kebersihan, ventilasi udara, dan kebiasaan tinggal di rumah saat sakit.
Hal-hal ini menjadi semakin penting saat cuaca panas ekstrem terjadi.
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes.
Cuaca panas ekstrem ternyata sangat mendukung penyebaran nyamuk ini. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan penyebaran nyamuk aedes lebih pesat di cuaca panas.
Suhu tinggi membuat telur nyamuk lebih cepat menetas, dan nyamuk juga berkembang lebih cepat menjadi dewasa.
Dalam suhu hangat, virus dengue di dalam tubuh nyamuk berkembang lebih cepat, sehingga nyamuk lebih cepat menularkan penyakit.
Panas ekstrim sering diselingi hujan singkat yang meninggalkan genangan air. Genangan ini menjadi tempat ideal nyamuk berkembang biak.
Meski demam berdarah bukan penyakit baru, perubahan iklim membuat penyebarannya semakin luas dan sulit dikendalikan.
Meskipun cuaca panas ekstrim tidak bisa kita hentikan sendiri, dampaknya bisa dikurangi dengan langkah-langkah sederhana seperti:
Langkah-langkah ini terlihat sederhana, tetapi sangat efektif jika dilakukan bersama-sama.
Seperti yang dibahas sebelumnya, cuaca panas ekstrim bisa membuat beberapa jenis penyakit menyebar dengan lebih cepat dan perlindungan dari penyakit ini bisa dilakukan dengan imunisasi.
Imunisasi yang bisa dilakukan di tengah kondisi cuaca ekstrim ini di antaranya imunisasi demam berdarah, imunisasi pneumonia, imunisasi COVID-19, dan imunisasi lain yang berhubungan dengan saluran pernapasan.
Dengan imunisasi, kita bisa mempersiapkan tubuh dengan lebih baik dalam menghadapi penyakit-penyakit yang rawan menyebar di cuaca ekstrim.
Untuk Imuners yang ingin melengkapi perlindungan dengan imunisasi, bisa datang ke Klinik Imunicare terdekat .
Di Klinik Imunicare , program imunisasi yang tersedia sudah sangat lengkap dan terstandarisasi.
Cuaca panas ekstrim memang tidak bisa dihentikan, tapi kitab isa beradaptasi untuk tetap sehat di tengah kondisi ini.
Dengan memahami bagaimana panas memengaruhi tubuh dan lingkungan sekitar, kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Kesadaran ini penting, bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.
Perubahan cuaca ekstrim adalah tantangan bersama. Semakin cepat kita beradaptasi, semakin besar peluang kita tetap sehat di tengah perubahan cuaca ekstrim ini.
Sumber